Sejarah

Sejarah pendidikan dokter gigi  di  Indonesia  dimulai  ketika  Dr. R.J.F. van Zaben, Direktur N.I.A.S. (Nedherlands Indische Artsen School) pada bulan April 1928 diminta pendapatnya mengenai kemungkinan pendirian sekolah untuk pendidikan dokter gigi di Surabaya oleh Dr. Lonkhuizen yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Departemen Kesehatan Masyarakat di Surabaya karena melihat kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan gigi. Setelah melalui pertimbangan dan persiapan pendiriannya, maka pendidikan dokter gigi di Surabaya dapat terlaksana tahun itu juga tepatnya pada bulan Juli 1928 dengan nama School Tot Opleideng Van Indische  Tandartsen  (STOVIT).  Dalam  perjalannya,  pendidikan  dokter  gigi  di Surabaya ini sempat berganti-ganti nama seiring dengan kondisi kenegaraan pada saat itu. Terakhir dengan berdirinya Universitas Airlangga pada tanggal 10 November 1954 maka nama pendidikan diganti menjadi “Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga” yang berlaku sampai saat ini.

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga sebagai lembaga pendidikan tinggi dibidang kesehatan gigi, dituntut untuk memiliki kelengkapan pendidikannya antara lain, lahan atau tempat untuk melaksanaan praktikum/praktek bagi para calon dokter gigi yang mengikuti Pendidikan Profesi. Oleh sebab itu sejak berdirinya, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga telah memiliki klinik gigi sebagai tempat praktek bagi mahasiswanya. Klinik Gigi tersebut selain sebagai lahan praktek mahasiswa, juga melayani perawatan kesehatan gigi bagi masyarakat umum sehingga lebih dikenal sebagai Balai Pengobatan Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Selanjutnya dalam perkembangannya Balai Pengobatan beralih menjadi Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Universitas Airlangga (RSGM UNAIR).

Keberadaan RSGM UNAIR dimaksudkan untuk mendukung visi dan misi Universitas Airlangga secara umum dan secar khusus dalam mendukung proses pendidikan dokter gigi dan dokter gigi spesialis Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga dan bidang kesehatan lainnya, ikut menjalankan  Tridharma Perguruan Tinggi dan ikut dalam mendukung proses pembangunan kesehatan secara umum, khususnya pelayanan di bidang kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Keberadaan RSGM UNAIR diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dan pendidikan profesi bermutu, dan mendorong masyarakat berkesadaran, dan memiliki kemauan, untuk hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat diperoleh keadaan tubuh sehat menyeluruh dapat terwujud. Hal ini dilaksanakan berdasarkan sistem pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berorientasi pada pelayanan preventif dan pelayanan paripurna, melaksanakan pendidikan bermutu berdasarkan penyakit terbanyak perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata, dengan perhatian khusus pada anak-anak usia pertumbuhan-perkembangan, penduduk usia produktif dan pasien geriatrik/ lanjut usia (lansia).

Sebagai institusi yang bergerak dalam bidang pendidikan sekaligus kesehatan harus mengikuti ketentuan yang berlaku baik dilingkungan Departemen Pendidikan Nasional dan  Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Keberadaan RSGM UNAIR merupakan perkembangan dari bentuk pelayanan kesehatan sebelumnya, yaitu Balai Pengobatan, dimana keberadaan RSGM UNAIR karena mengikuti peraturan negara seperti termaktub dalam Undang-Undang Pendidikan Kedokteran Nomor 20 Tahun 2013, dimana pendidikan Profesi Kedokteran Gigi harus dilaksanakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan. Oleh karena bentuknya sebagai rumah sakit, maka RSGM UNAIR diwajibkan untuk mentaati segala peraturan tentang kerumahsakitan seperti yang telah diputuskan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia bagi seluruh bentuk rumah sakit di Indonesia.           Keberadaan RSGM UNAIR diawali dengan bentuknya sebagai Balai Pengobatan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.00.05.1.4.2492.A tanggal 27 Juni 2002 Balai Kesehatan Gigi Fakultas Kedokteran Gigi  Universitas  Airlangga  mendapatkan  izin  operasional  dengan  status  sebagai Rumah Sakit Gigi dan Mulut pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga.

Dalam pengembangannya pada tahun 2005, RSGM  di seluruh Indonesia memperoleh izin penyelenggaraan tetap berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1625/Menkes/SK/XII/2005 dan sejak saat itu  RSGM Universitas  Airlangga  dioptimalkan menjadi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga yang mempunyai tugas  pokok menyelenggarakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta menyediakan sarana bagi pendidikan calon dokter gigi/dokter gigi spesialis bagi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, yang berlaku selama 5 (lima) tahun dan berakhir pada tahun 2010. Selanjutnya RSGM UNAIR memperoleh Surat Izin Operasional Sementara Nomor P2T/6/03.22/01/VII/2014 sebagai Rumah Sakit Khusus Pemerintah yang berakhir pada tanggal 22 Juli 2015.

RSGM UNAIR diselenggarakan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.1173/MENKES/PER/X/2004 tentang Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM). Penyelenggaraan Rumah Sakit Gigi dan Mulut bertujuan menyediakan sarana untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut mulai tingkat medik dasar sampai dengan sub spesialistik sesuai dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi gigi kedokteran gigi serta menjadi pusat rujukan dan pusat unggulan pengembangan keilmuan perawatan di bidang kesehatan gigi dan mulut. RSGM berkewajiban melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan  mengutamakan   kegiatan pengobatan, perawatan dan pemulihan pasien yang dilaksanakan secara terpadu dan terintegrasi. Disamping hal tersebut, RSGM dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu tinggi dengan fasilitas yang memadai, sesuai   dengan   perkembangan   ilmu   pengetahuan   dan teknologi kedokteran, mampu memberikan kenyamanan serta kepuasan pasien tanpa mengabaikan keselamatan pasien (patient safety).

Pelayanan di RSGM Universitas Airlangga dilakukan oleh tenaga profesional kesehatan gigi dan mulut sesuai dengan 8 bidang spesialis kedokteran gigi. Dalam perkembangannya  terjadi peningkatan  kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut dan perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran gigi, sehingga RSGM dapat melakukan tata laksana yang terintegrasi meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan memegang kaidah keselamatan pasien. Memasuki era global terjadi banyak perubahan lingkungan eksternal, yaitu :

  1. Perkembangan lingkungan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran  Gigi (IPTEKDOKGI) di seluruh dunia.
  2. Perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kedokteran gigi, terutama di Indonesia yang terkait dengan Sistem Kesehatan Nasional, maupun yang terkait dengan persaingan di era global.

Sehingga RSGM UNAIR senantiasa berupaya untuk update dalam memberikan layanan yang prima.

Hits 2636